Skip to main content

TEKNIK PENULISAN SOAL BENTUK URAIAN DAN JAWABAN SINGKAT



      A.    Teknik Penyusunan Soal Bentuk Uraian
a.      Pengertian

Soal bentuk uraian adalah suatu soal yang jawabannya menuntut siswa untuk mengingat dan mengorganisasikan gagasan-gagasan atau hal-hal yang telah dipelajarinya dengan cara mengemukakan atau mengekspresikan gagasan tersebut dalam bentuk uraian tertulis.
Selain mengukur kemampuan siswa dalam hal menyajikan jawaban terurai secara bebas, juga menyangkut pengukuran kemampuan siswa dalam hal menguraikan atau memadukan gagasan-gagasan, atau menyelesaikan hitungan-hitungan terhadap materi atau konsep tertentu seperti terdapat dalam mata pelajaran Matematika dan IPA secara tertulis.

Berdasarkan penyekorannya, soal bentuk uraian diklasifikasikan atas uraian objektif dan uraian nonobjektif. Soal bentuk uraian objektif (BUO) adalah suatu soal atau pertanyaan yang menuntut sehimpunan jawaban dengan pengertian/konsep tertentu sehingga penyekorannya dapat dilakukan secara objektif. Sedangkan soal bentuk uraian nonobjektif (BUNO) adalah suatu soal yang menuntut sehimpunan jawaban dengan pengertian atau konsep menurut pendapat masing-masing siswa sehingga penyekorannya mengandung unsur subjektifitas (sukar dilakukan secara objektif).

b.        Perbandingan antara Soal BUO dan BUNO

Perbedaan antara soal BUO dan BUNO terletak pada kepastian penyekorannya. Pada soal BUO kunci jawaban dan pedoman penyekorannya lebih pasti (diuraikan secara jelashal-hal komponen yang diskor dan berapa besarnya skor untuk setiap komponen). Pada soal BUNO pengaruh unsur subjektifitas dalam penyekoran dapat dikurangi dengan cara membuat rentang skor untuk setiap kriteria. Dengan kata lain, pedoman yang rinci dan jelas dapat digunakan oleh orang yang berbeda untuk menyekor jawaban masing-masing siswa sehingga hasil penyekorannya relatif sama.


Skor soal BUNO dinyatakan dalam bentuk rentangan karena hal-hal atau komponen yang diskor hanya diuraikan secara garis besar dan berupa krteria tertentu.

c.       Keunggulan dan Keterbatasan

Secara umum keunggulan soal bentuk uraian adalah dapat mengukur kemampuan siswa dalam hal mengorganisasikan pikirannya, mengemukakan pendapatnya, dan mengekspresikan gagasan-gagasan dengan menggunakan kata-kata atau kalimat sendiiri.

Sedangkan beberapa kelemahannya, antara lain adalah jumlah materi atau pokok bahasan yang dapat ditanyakan sangat terbatas, waktu untuk memeriksa jawaban siswa cukup lama, pensekorannya relatif subjektif, khususnya untuk soal BUNO, dan tingkat reliabilitasnya relatif renda dibanding dengan soal-soal bentuk ilihan ganda. 

d.      Kaidah-kaidah Penulisan Soal Bentuk Uraian

Pada dasarnya setiap penulisan soal bentuk uaraian harus selalu berpedoman pada langkah-langkah atau kaidah-kaidah penulisan soal secara mum, misalnya mengacu pada kisi-kisi tes yang telah dibuat dan tujuan soalnya jelas.

Dalam menulis bentuk uraian, seorang penulis soal harus sudah mempunyai gambaran tentang ruang lingkup materi yang ditanyakan dan lingkup jawaban yang diharapkan, kedalaman, dan panjang jawaban, atau rincian jawaban yang mungkin diberikan oleh siswa. Dengan kata lain, ruang lingkup ini merupakan kriteria luas atau sempitnya masalah yang ditanyakan. Hal ini harus tegas dan jelas tergambar dalam rumusan soalnya. Dengan adanya batasan ruang lingkup tersebut, kemungkinan terjadinya ketidakjelasan soal dapat dihindari. Ruang lingkup tersebut juga akan membantu mempermudah pembuatan kriteria atau pedoman penyekoran.

Beberapa kaidah yang perlu diperhatikan dalam penulisan soaol bentuk uraian adalah; 1) materi, 2) konstruksi, dan 3) bahasa. Secara rinci kaidah tersebut diuraikan di bawah ini.


1. Materi
a)        Soal harus sesuai dengan indikator. Artinya soal arus mananyakan perilaku dan materi yang hendak diukur sesuai dengan tuntutan indikator.
b)        Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan (ruang lingkup) harus jelas.
c)        Isi materi sesuai dengan tujuan pengukuran.
d)        Isi materi yang ditanyakan sudah sesuai dengan jenjang, jenis sekolah, dan tingkat kelas.

2. Konstruksi
a)      Rumusan kalimat soal atau pertanyaan harus menggunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban terurai, seperti: mengapa uraikan, jelaskan, bandingkan, hubungkan, tafsirkan, buktikan, hitunglah. Jangan menggunakan kata tanya yang tidak menuntut uraian, misalnya: siapa, di mana, kapan. Demikian juga kalimat tanya yang hanya menuntut jawaban ya atau tidak.
b)      Buatlah petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal.
c)      Buatlah pedoman penyekoran segera setelah soalnya ditulis dengan cara menguraikan komponen yang akan dinilai atau kriteria penyekoranya, besarnya skor bagi setiap komponen, serta rentangan skor yang dapat diperoleh untuk soal yang bersangkutan.
d)      Hal-hal lain yang menyertai soal seperti tabel, gambar, rafk, peta, atau yang sejenisnya, harus disajikan dengan jelas dan terbaca sehingga tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda.

3. Bahasa
a)      Rumusan kalimat soal harus komunikatif, yaitu menggunakan bahasa yang sederhana dan menggunakan kata-kata yang sudah dikenal siswa.
b)      Butir soal mengunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
c)      Rumusan soal tidak menggunakan kata-kata/kalimat yang menimbulkan penafsiran   ganda atau salah pengertian.
d)      Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat, jika soal akan digunakan untuk tingkat daerah atau nasional.
e)      Rumusan soal tidak mengandung kata-kata yang menyingung perasaan siswa.

e.       Penyusunan Pedoman Pensekoran

Dari beberapa jenis tes subyektif, tes uraian merupakan jenis tes yang paling tinggi tingkat subyektivitasnya, karena jawabannya yang relatif panjang, beragam isi dan kemasannya.

Djiwandono menjelaskan bahwasanya penskoran tes subyektif dalam bentuk esei tidak dilakukan dengan menggunakan kunci jawaban seperti pada penskoran tes obyektif, melainkan dengan menggunakan rambu-rambu penskoran (scoring guide), yang memuat pedoman, kadang-kadang sekadar kriteria, yang menyebutkan jawaban yang diharapkan dalam hal relevansi isi, susunan, bahasa yang digunakan termasuk ejaan, bahkan panjang dan pendeknya jawaban, dan lain-lain[1]. Kadang-kadang disertai proporsi skor yang disediakan bagi masing-masing unsur berdasarkan tingkat pentingnya suatu unsur yang diskor.
             
              Kriteria penskoran tes esei secara analitik:
a)      Relevansi  isi jawaban peserta tes dengan jawaban yang diharapkan.
b)      Kecukupan isi jawaban peserta  tes  tentang masalah yang ditanyakan.
c)      Kerapian dan kejelasan penyusunan isi jawaban peserta tes.
d)      Lain-lain yang perlu dan relevan dengan bidang kajian dan titik berat sasaran tes (dengan uraian dan rinciannya), misalnya penggunaan bahasa yang lugas dan mudah dimengerti.

Pedoman penyekoran merupakan panduan atau petunjuk yang menjelaskan tentang:
1.      batasan atau kata-kata kunci untuk melakukan penyekoran terhadap soal-soal BUO.
2.      kriteria-kriteria jawaban yang digunakan untuk melakukan penyekoran terhadap soal-soal BUNO.

Pedoman pemberian skor untuk setiap butir soal uraian harus disusun segera setelah perumusan kalimat-kalimat butir soal tersebut. Banyak penulis soal yang memiliki kebiasaan kurang baik seperti menuliskan pedoman pemberian skor soal bentuk uraian ketika akan memeriksapekerjaan siswa. Cara ini kurang baik dan kurang dapat dipertanggungjawabakan karena dapat mempengaruhi objektifitas penyekoran dan penilaian. Bila cara ini digunakan guru, maka objektifitas yang diinginkan dalam tes bentuk araian tidak akan dapat tercapai[2].

Perbandingan antara Bentuk Soal Pilihan Ganda dan Uraian
Karakteristik
Uraian
Pilihan Ganda
Penulisan Soal
Relatif mudah
Relatif sukar
Jumlah Pokok Bahasan yang Ditanyakan
Terbatas
Lebih banyak
Aspek yang Diukur
Dapat lebih ari satu
Hanya satu
Persiapan Siswa
Penekanannya pada kedalaman materi
Lebih menekankan pada keluasan materi
Jawaban Siswa
Mengorganisasikan jawaban
Memilih jawaban
Kecenderungan menebak
Tidak ada
Ada
Penyekoran
Sukar, lama, kurang konsisten (reliabel) dan subjektif
Mudah, cepat, sangat konsisten dan objektif

Contoh-contoh pedoman penyekoran serta cara-cara melakukan penyekoran untuk kedua jenis soal uraian (BUO dan BUNO) adalah sebagai berikut:

Uraian Objektif
Jenis Sekolah     : SD
Mata Pelajaran             : Matematika
Kelas/Cawu                 : 6/II
PB/SPB                       : 9.1
Indikator                     : Siswa dapat menghitung isi bangun ruang (balok) dan mengubah  
satuan ukurannya.
Butir Soal                    : Sebuah bak mandi berbentuk balok berukuran panjang 150 cm, lebar
                                      80 cm, dan tinggi 75 cm. Berapa literkah isi bak mandi tersebut?
                                      (Untuk mengerjakannya tuliskan langkah-langkahnya).


f.          Pedoman Penyekoran

LANGKAH
KUNCI JAWABAN
SKOR
1
2
3
4


5
Isi balok  = panjang x lebar x tinggi
                = 150 cm x 80 cm x 75 cm
                = 900.000 cm3
Isi Bak mandi dalam liter =  900.000
                                                             liter
                                                  1.000
                = 900 liter
1
1
1

1

1
Skor maksimum
5

Uraian Nonobjektif
Jenis Sekolah              : SD
Mata Pelajaran            : PPKn
Kelas/Cawu                 : 6/I
PB/SPB                       : Persatuan dan Kesatuan
Indikator                     : Siswa dapat menjelaskan tentang rasa bangganya sebagai bangsa
  Indonesia.
Butir Soal                    : Jelaskan alasan apa saja yang membuat kita perlu berbangga sebagai
  bangsa Indonesia! 
Jawaban boleh bermacam-macam, namun pada pokoknya jawaban dapat dikelompokkan sebagai berikut:

KRITERIA JAWABAN
RENTANG SKOR
Kebanggan yang berkaitan dengan alam Indonesia
0 – 2
Kebanggan yang berkaitan dengan keindahan tanah air Indonesia (pemandangan alamnya, geografisnya, dsb.)
0 – 2
Kebanggan yang berkaitan dengan kenekaragaman budaya, suku, adat istiadat, tetapi dapat bersatu
0 – 2
Kebanggan yang berkaitan dengan keramahtamahan masyarakat Indonesia
0 – 2
Skor mkasimum
8
g.        Pembobotan Soal Uraian

Pembobotan soal adalah pemberian bobot kepada suatu soal dengan cara membandingkannya dengan soal lain dalam suatu perangkat tes yang sama. Dengan demikian, pembobotan soal uraian hanya dapat dilakukan dalam penyusunan perangkat tes. Apabila suatu soal uraian berdiri sendiri maka tidak dapat dihitung atau ditetapkan bobotnya.Bobot setiap soal uraian yang ada dalam suatu perangkat tes ditentukan dengan mempetimbangkan faktor-faktor yang berkaitan dengan materinya dan karakteristik soal itu sendiri, seperti luas lingkup materi yang hendak dibuatkan soalnya, esensialitas dan tingkat kedalaman materi yang ditanyakan, dan tingkat kesukaran soal tersebut.

Di samping faktor-faktor tersebut, hal-hal lain yang perlu pula dipertimbangkan dalam pembobotan soal uraian adalah skala penskoran yang hendak digunakan, misalnya skala 10, skala 100. Apabila digunakan skala 10, misalnya, maka jumlah bobot semua soal itu harus 10 dan terbagi dalam semua soal yang ditanyakan. Dengan demikian, andaikata ada tiga soal. Mungkin saja soal No. 1 bobotnya 5, soal No. 2 bobotnya 2, dan soal No. 3 bobotnya 3. Apabila digunakan skala 100, maka jumlah bobot semua soal yang ditanyakan dalam perangkat tes itu harus 100, yang dirincikan dalam setiap soal yang ditanyakan. Hal ini semata-mata untuk memudahkan penghitungan skor.

Sebagaimana telah dikatakan di atas, tiap soal uraian, Baik BUO maupun BUNO, mempunyai skor mentah maksimum sendiri. Skor mentah maksimum suatu butir soal uraian tidak ada hubungannya dengan bobot soal tersebut. Dengan demikian, suatu soal dengan skor mentah maksimum 6, misalnya, dapat mempunyai bobot soal yang sama dengan skor mentah maksimum itu, dapat pula lebih rendah atau lebih tinggi daripada skor mentah maksimum itu.

Skor jadi yang diperoleh siswa yang menjawab suatu butir soal uraian ditetapkan dengan jalan membagi skor mentah yang diperoleh dengan skor mentah maksimum soal dan kemudian dikalikan dengan bobot soal tersebut. Rumus yang dipakai untuk penghitungan skor butir soal (SBS) adalah:
             A
SBS =           x   C
             B

Catatan:  SBS  = Skor Butir Soal
                     A =  skor mentah yang diperoleh siswa untuk butir soal itu
                     B =  skor mentah maksimum soal tersebut.
                     C =  bobot soal

Setelah diperoleh skor pada setiap soal (SBS), maka dapat dihitung total skor butir soal sebagai skor total siswa (STS) untuk serangkaian soal dalam tes itu, dengan menggunakan rumus:
STS  =  å  SBS
Contoh:
A. STS = Total bobot soal
* Dengan skala 10

No. Soal
Skor Mentah Perolehan
Skor Mentah Maksimum
Bobot Soal
Skor Butir Soal
(A)
(B)
(C)
(SBS)
1.
60
60
20
20,00
2.
40
40
30
30,00
3.
20
20
30
30,00
4.
20
20
20
20,00
Jumlah
140
140
100
100,00(STS)

B. STS  ¹  Total bobot soal
* Dengan skala 100

No. Soal
Skor Mentah
Skor Mentah Maksimum
Bobot Soal
Skor Butir Soal
(A)
(B)
(C)
(SBS)
1.
30
60
20
10,00
2.
40
40
30
30,00
3.
20
20
30
30,00
4.
10
20
20
10,00
Jumlah
100
140
100
80,00(STS)

Dalam penghitungan skor untuk satu butir soal (SBS) dan dalam penghitungan skor total siswa (STS) untuk suatu perangkat tes, tidak terdapat perbedaan antara soal uaraian objektif dan soal uraian nonobjektif[3].

B.     Teknik Penyusunan Soal Jawaban Singkat
a.      Karateristik Jawaban Singkat
Soal jawaban singkat adalah soal yang menuntut peserta tes untuk memberikan jawaban singkat berupa kata, prase, nama, tempat, nama tokoh, lambang, atau kalimat yang sudah pasti.
b.      Kemampuan Yang Diukur
Bentuk soal jawaban singkat sangat tepat digunakan untuk mengukur kemampuan peserta tes yang sangat sederhana. Kemampuan yang dikur dengan jawaban singkat adalah kemampuan menyebutkan istilah, kemampuan menyebutkan fakta, kemampuan menyebutkan prinsip, kemampuan menyebutkan metode atau prosedur, kemampuan menginterpretasi data sederhana, kemampuan memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan anakadan kemampuan melengkapi persamaan.
c.       Jenis Soal
Dari segi rumusan kalimatnya, soal jawaban singkat dapat berupa kalimat perintah, kalimat tanya, dan kalimat yang tidak lengkap.
Soal jawaban singkat dengan kalimat perintah, misalnya:
  1. Tuliskan ibu kota propinsi Sulawesi Tenggara
  2. Sebutkan alat indera untuk melihat
  3. Sebutkan warna bunga mawar.
Soal jawaban singkat dengan kalimat tanya misalnya:
  1. Apa nama ibukota Negara Indonesia?
  2. dengan cara apa korupsi diberantas?
  3. Dimanakah terjadinya gempa sunami?
Soal jawaban singkat dengan kalimat yang tidak lengkap misalnya:
  1. Alat ini dinamakan…..
  2. peta disamping menunjukkan Negara …..
  3. gambar ini menunjukkan permainan……..
d.      Penskoran
Penskoran dalam soal jawaban singkat dapat dilakukan setelah soal tersebut digunakan. Penskoran soal jawaban singkat sangat mudah dilakukan, skor 1 (satu) diberikan apabila jawaban benar, dan skor 0 diberikan apabila jawaban salah.
e.       Keunggulan dan Kelemahan
Soal jawaban singkat adalah salah satu bentuk soal yang mudah dibuat, khususnya karena berkaitan dengan hasil pembelajaran yang sangat sederhana, yaitu umumnya kemampuan yang biasa diukur. Salah satu keunggulan soal jawaban singkat adalah siswa harus memberikan jawaban secara tertulis, hal ini menguntungkan karena  bentuk soal jawaban singkat mengurangi kemungkinan adanya siswa yang menebak jawaban soal.
Kelemahan soal jawaban singkat adalah
  1. Sukar untuk mengukur hasil belajar yang kompleks
  2. Sukar dalam hal penskoran, apabila penulis soal tidak menyajikan kunci jawaban yang tepat
  3. Adanya kemungkinan kesalahan penulisan jawaban
f.        Kaidah Penulisan Jawaban Singkat
Beberapa saran beriktu dapat membantu para dalam mengembangkan tes jawaban singkat sehingga dapat menyajikan soal yang terjamin kesahihannya.
  1. Rumusan butir soal harus sesuai dengan kemampuan (kompetensi dasar dan indikator).
  2. Rumusan butir soal harus menggunakan bahasa yang balk, kalimat singkat, dan jelas sehingga mudah dipahami.
  3. Jawaban yang dituntuk oleh butir berupa kata, frase, angka, simbol, tahun, tempat dan sejenisnya harus singkat dan pasti.
  4. rumusan butir soal tidak merupakan kalimat yang dikutip Iangsung dari suatu buku.
  5. Hindari rumusan butir soal yang mengandung petunjuk pada kunci jawaban.
  6. Apabila rumusan butir soal dalam bentuk kalimat yang be!um Iengkap, bagian yang dikosongkan untuk diisi oleh peserta tes maksimum dua untuk satu kalimat soal[4].

PENUTUP

a. Kesimpulan

Prestasi  belajar memiliki arti yang penting dan sangat strategis dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan, sehingga sangat diperlukan alat ukur yang berkualitas pula untuk memantau dan menjaga agar prestasi belajar senantiasa mengalami peningkatan mutu, yang salah satu bentuknya adalah tes uraian dan jawaban singkat.

Tes uraian memiliki karakteristik yang sangat berbeda dengan jenis bentuk yang lain, oleh karena itu dalam rangka membuat tes uraian yang bermutu, pendidik dalam hal ini diharapkan memahami betul karakteristik tersebut, termasuk mengetahui keunggulan dan kelemahan tes uraian dan jawaban singkat serta teknis penyusunannya,  sehingga akan dapat membuat tes uraian yang sesuai dengan harapan.
           
Langkah-langkah menyusun tes uraian dan jawaban singkat dengan tahap-tahap penyusunannya mulai dari menentukan tujuan, pembuatan kisi-kisi, penulisan butir soal, hingga penelaahan soal perlu dilaksanakan secara urut dan cermat untuk menjaga agar tes yang dihasilkan menjadi akurat dan baik.

Penskoran tes bentuk uraian dan jawaban singkat membutuhkan waktu, tenaga dan pikiran yang khusus dan relatif banyak jika dibandingkan dengan penskoran jenis tes yang obyektif. Oleh karena itu perlu sekali diperhatikan teknik dan hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan penskoran, agar tes uraian  dan jawaban singkat yang dilaksanakan dapat berjalan sebagaimana tujuan yang diinginkan.



DAFTAR PUSTAKA

·         http://www.bppk.kemenkeu.go.id/bdk/denpasar/index.php?option=com_content&view=article&id=296:bagaimana-menyusun-soal-yang-baik
·         Djiwandono, Soenardi. 2008. Tes Bahasa (Pegangan bagi Pengajar Bahasa).Jakarta: PT Indeks
·         http://suwarna-spd.blogspot.com/2012/04/teknik-penulisan-soal-bentuk-uraian.html
·         http://amierkamboja88.wordpress.com/2010/04/21/membuat-soal-jawaban-singkat/




[1] Djiwandono, Soenardi. 2008. Tes Bahasa (Pegangan bagi Pengajar Bahasa).Jakarta: PT Indeks. Hal : 59
[2] http://suwarna-spd.blogspot.com/2012/04/teknik-penulisan-soal-bentuk-uraian.html
[3] http://suwarna-spd.blogspot.com/2012/04/teknik-penulisan-soal-bentuk-uraian.html
[4] http://amierkamboja88.wordpress.com/2010/04/21/membuat-soal-jawaban-singkat/

Comments

  1. Kini DEWALOTTO hadir lebih lengkap lohh dengan beragam permainan seperti :
    TOGEL, BOLA, POKER, SLOT GAMES, SABUNG AYAM, TEMBAK IKAN, BATU GONCANG dll
    kami sajikan untuk anda semua dan proses cepat yang kami tawarkan untuk melayanin anda 24 jam penuh
    silahkan yukk bergabung dengan kami hanya dengan modal 20rb saja
    anda bisa memenangkan uang puluhan bahkan ratusan juta rupiah dengan nyata lohh
    silahkan di coba peruntungan anda bersama kami pendaftaran gratis modal 20ribu saja yukk di add WA : +855 69312579
    link daftar : http:// www.dewalotto.club

    ReplyDelete
  2. Nama saya Rahma Henny dari Ajman di Dubai UAE, saya adalah korban penipuan di tangan pemberi pinjaman, saya menipu $ 3.000 karena saya membutuhkan pinjaman $ 90.000 untuk modal ventura dan hutang. Saya hampir mengedit, saya tidak punya tempat untuk pergi, dan bisnis saya hancur dalam proses.

    Itu semua terjadi pada bulan Maret 2019, sampai saya bertemu orang-orang daring yang bersaksi tentang pemberi pinjaman nyata Mrs. GRACE ALEXANDER jadi saya mengajukan pertanyaan dan dia memperkenalkan saya kepada seorang ibu GRACE yang baik yang akhirnya membantu saya mendapatkan pinjaman tanpa jaminan $ 90.000 dengan suku bunga rendah. . di perusahaan pinjaman GRACE ALEXANDER.

    Saya ingin mengambil kesempatan ini untuk berterima kasih kepada Ny. Grace, semoga Tuhan terus memberkati Anda, Grace, atas kejujuran dan perbuatan baik Anda.

    Jika Anda membutuhkan pinjaman atau pinjaman tanpa jaminan, segera hubungi ibu Grace dengan mengirim email ke (gracealexanderloancompany@gmail.com)

    Anda juga dapat menghubungi saya melalui rahmahenny45@gmail.com

    ReplyDelete
  3. Nama saya Rahma Henny dari Ajman di Dubai UAE, saya adalah korban penipuan di tangan pemberi pinjaman, saya menipu $ 3.000 karena saya membutuhkan pinjaman $ 90.000 untuk modal ventura dan hutang. Saya hampir mengedit, saya tidak punya tempat untuk pergi, dan bisnis saya hancur dalam proses.

    Itu semua terjadi pada bulan Maret 2019, sampai saya bertemu orang-orang daring yang bersaksi tentang pemberi pinjaman nyata Mrs. GRACE ALEXANDER jadi saya mengajukan pertanyaan dan dia memperkenalkan saya kepada seorang ibu GRACE yang baik yang akhirnya membantu saya mendapatkan pinjaman tanpa jaminan $ 90.000 dengan suku bunga rendah. . di perusahaan pinjaman GRACE ALEXANDER.

    Saya ingin mengambil kesempatan ini untuk berterima kasih kepada Ny. Grace, semoga Tuhan terus memberkati Anda, Grace, atas kejujuran dan perbuatan baik Anda.

    Jika Anda membutuhkan pinjaman atau pinjaman tanpa jaminan, segera hubungi ibu Grace dengan mengirim email ke (gracealexanderloancompany@gmail.com)

    Anda juga dapat menghubungi saya melalui rahmahenny45@gmail.com

    ReplyDelete
  4. KABAR BAIK !!! KABAR BAIK !!! KABAR BAIK!!!


    Halo semua, nama saya Ibu Arya Theresia, saya dari Indonesia, saya ingin menggunakan media ini untuk berbagi kesaksian saya tentang bagaimana saya mendapat pinjaman saya dari MRS CHRISTY MORRIS LOAN FIRM karena begitu banyak pemberi pinjaman kredit palsu di sini di internet dan juga untuk membiarkan Anda tahu bahwa saya adalah korban dari penipu internet selama 6 kali, jadi saya kehilangan harapan tidak sampai seorang teman saya merujuk saya ke pemberi pinjaman yang sangat handal disebut MRS. CHRISTY MORRIS yang meminjamkan pinjaman tanpa jaminan dari Rp850,000,0000 dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan, saya sarankan CHRISTY MORRIS LOAN FIRM adalah yang terbaik dan saya berdoa Tuhan akan memberkati mereka dan menjaga bisnis mereka ke depan, AminJika Anda memerlukan saran tentang bagaimana saya pergi melalui dengan itu, saya wil senang untuk menempatkan Anda melalui, Anda dapat menghubungi saya melalui Email: aryatheresia750@gmail.com

    Anda dapat menghubungi perusahaan langsung pada pinjaman mereka
    Email: christymorrisloanfirm@gmail.com
    Terima kasih
    Arya Theresia

    ReplyDelete
  5. WhatsApp.(*(*)*)*(*(*) +447723553516

    BAGAIMANA CARA MENGETAHUI KREDIT PINJAMAN YANG PALSU
    (1) Peminjam palsu tidak perlu meminta jaminan dan tidak ada situs web
    (2) Peminjam palsu tidak memiliki sertifikat bisnis
    (3) Peminjam palsu tidak peduli dengan gaji bulanan Anda yang membuat Anda memenuhi syarat untuk pinjaman
    (4) Peminjam palsu tidak menggunakan gmail, tidak ada domine
    (5) Peminjam palsu tidak memiliki alamat kantor fisik
    (6) Pemberi pinjaman palsu meminta biaya pendaftaran dan biaya trans
    Daftar Sekarang "<<<<<<<< (aasimahaadilaahmed.loanfirm@gmail.com)
    DAFTAR SEKARANG:info@aasimahaadilaahmed.loanfirm.site
    situs web ::: https: //www.aasimahaadilaahmed.loanfirm.site
    jurjanibude0811@gmail.com

    ReplyDelete
  6. Saya memiliki skor kredit yang sangat rendah sehingga upaya saya untuk meminjam dari Bank ditolak. Saya bangkrut sampai-sampai saya tidak mampu makan tiga kali sehari dan juga saya benar-benar bangkrut karena nama saya identik dengan kemiskinan. saya berhutang baik dari teman-teman saya dan juga dari rentenir hidup saya di bawah ancaman saya harus melarikan diri dari rumah dan saya membawa anak-anak saya untuk bertemu ibu mertua saya karena sifat ancaman yang saya terima dari orang-orang yang meminjamkan saya uang Jadi saya harus mencari cara cepat dan mendesak untuk membayar kembali uang itu dan juga memulai bisnis baru usaha pertama saya sangat mengerikan karena saya ditipu sebesar Rp5.390.020.00 saya harus pindah juga dua minggu kemudian saya kehilangan Rp350.000,00 untuk pemberi pinjaman yang curang jadi saya turun secara finansial dan emosional karena ini adalah yang paling tidak saya harapkan sehingga seorang teman saya memberi tahu saya untuk menghubungi email ini: :( iskandalestari.kreditpersatuan@gmail.com) bahwa saya harus meminta jumlah berapa pun berharap agar Bunda Iskandar selalu menjadi kembali untuk memberikan bantuan keuangan kepada siapa pun yang membutuhkan sehingga saya meminta untuk jumlah Rp850.000.000,00 dalam waktu 24 jam cerita saya berubah untuk selamanya saya membayar semua hutang saya dan saya juga memiliki cukup uang untuk membiayai sendiri bisnis semua terima kasih kepada teman saya yang memperkenalkan saya kepada ibu khususnya dan juga kepada Ibu Iskandar secara umum untuk mengubah rasa malu saya menjadi terkenal
    Atas perkenan: ISKANDAR LESTARI LOAN COMPANY
    Email: (iskandalestari.kreditpersatuan@gmail.com)

    ReplyDelete
  7. PROMO! PROMO! PROMO !!!!

    Apakah Anda tertarik dengan pinjaman? Di RIKA ANDERSON LOAN COMPANY, kami menawarkan semua jenis bantuan keuangan kepada semua individu "pinjaman pribadi, pinjaman investasi, pinjaman rumah dan perusahaan pinjaman di seluruh dunia, suku bunga kami adalah 1% per tahun. Kami juga memberikan saran dan bantuan keuangan kepada kami klien dan pelamar Jika Anda memiliki proyek yang baik atau ingin memulai bisnis dan membutuhkan pinjaman untuk segera membiayainya, kami dapat mendiskusikannya, menandatangani kontrak, dan kemudian mendanai proyek atau bisnis Anda untuk Anda bersama dengan Bank Dunia dan Industri Bank.

    Hubungi RIKA ANDERSON LOAN COMPANY hari ini untuk mata uang yang Anda inginkan.

    Kategori Bisnis

    Bisnis Merchandising.
    Bisnis manufaktur
    Bisnis Hibrid.
    Kepemilikan tunggal
    Kemitraan.
    Perusahaan.
    Perseroan terbatas.
    pinjaman pribadi.
    pinjaman investasi.
    Pinjaman Pinjaman.
    Kredit kepemilikan rumah.

    PERUSAHAAN PINJAMAN
    Email: rikaandersonloancompany@gmail.com
    CEO Tel.: +1(914)705-7484
    Whatsapp: +1(914)705-7484
    Manajer Cabang: + 1-267-725-6459
    Manajer Cabang Whatsapp: + 1-267-725-6459
    Kantor Pusat: 228 Park Ave S, New York, NY 10003-1502, AS
    Pajak / CAC /: 1095/0730/2028
    Mahkamah Agung Kabupaten New York, NY9016-34001

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

TEKNIK PENYUSUNAN SOAL PILIHAN GANDA (PG), BENAR SALAH, DAN MENJODOHKAN

A.Teknik dan Kaidah Penyusunan SoalPengertian soal dalam pembelajaran tidak dapat dipisahkan dengan pengertian tes. Soal sebagai bentuk tes merupakan alat atau prosedur yang digunakan untuk mengetahui atau mengukur sesuatu dengan cara dan aturan aturan yang sudah

TEORI PRODUKSI DAN BIAYA PRODUKSI